UM Rebut Satu Tempat di Fase Nasional

UM Rebut Satu Tempat di Fase Nasional

MALANG, blogberita-bola – Universitas Negeri Malang (UM) mencatat kemenangan penting pada pertandingan terakhir LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 di sStadion Gelora Brantas, Batu, Jawa Timur.

Pada pertandingan terakhirnya di fase conference ini, Sabtu (15/9/2018), UM sukses menaklukkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dengan skor 3-1.

Sejak awal babak pertama, UIN Malang berinisiatif bermain menekan. Sayangnya, penguasaan bola dari klub asuhan Edy Bahwono itu tak bertahan lama. UM langsung merebut kendali permainan. Pemin UM bernomor punggung 22, Doni Dwi Janarko, mengambil inisiatif menembak di luar kotak penalti. Tembakan Doni pada menit ke-33 itu sempat ditepis kiper UIN Malang, tapi terlepas dan sukses masuk ke gawang.  Hingga akhir babak pertama, UM masih unggul dengan skor 1-0.

Laga masih didominasi UM. Meski begitu, UIN Malang tak menurunkan kualitas permainannya. klub berkostum kuning itu sesekali menusuk pertahanan UM. UM mampu memanfaatkan serangan cepat untuk mencetak gol kedua. Vincentius Wiyang Guruh Wahyu (11) menjadi pencetak gol kedua bagi UM.

Tim yang lebih dahulu unggul itu kembali memperoleh satu gol tambahan lewat sepakan Vincentius pada menit ke-82. UM semakin unggul dengan skor 3-0 atas UIN Malang. Memanfaatkan umpan dari tendangan bebas, Muhammad Kurniadai Bonesaputra (8) sukses memecah kebuntuan UIN Malang satu menit seblum pertandingan berakhir. Skor 3-1 mengakhiri pertandingan pertama di hari keenam kejuaraan sepak bola antarmahasiswa itu. “Anak-anak telah mulai menemukan kepercayaan diri dan ritme permainannya. Komunikasi antarpemain telah mulai baik dibandingkan dengan 2 pertandingan awal kami,” kata Fahrial Amiq, pelatih UM.

Hasil ini mengunci satu tempat untuk UM di LIMA Football Nationals 2018. UM tercatat sebagai club pertama yang lolos ke nasional. Fahrial mengaku bahwa ia tak akan memberikan porsi latihan yang berat kepada anak asuhnya. “Dengan persiapan ke nasional hanya 2 hari, kami akan beristirahat, dan latihan ringan saja,” tambah Fahrial.


Sumber : bola.kompas.com

Brawijaya Tahan Imbang UIN Malang

Brawijaya Tahan Imbang UIN Malang

MALANG, blogberita-bola –  Setelah menelan 2 kekalahan dari 2 laga, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang akhirnya memecah kekosongan angkanya  dengan menahan imbang  Universitas Brawijaya (UB) Malang 2-2. Satu poin UIN Malang dari pertandingan lanjutan hari ketiga LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018, Rabu (12/9), setidaknya membuka peluang club asuhan Edy Setyo Bahwono itu untuk menembus empat besar.

UB dapat unggul lebih dahulu di awal laga. Pada menit kelima, Ahmad Khanafi Romadlon (9) dapat memanfaatkan bola rebound hasil tembakan Ferdian Deny Prayuda (7) yang gagal diatasi kiper UIN Malang. Hanya berselang 2 menit, UIN Malang langsung membalas. Tembakan Muhammad Fitroh Faidzin (3) sukses bersarang di jala UB, dan mengubah kedudukan menjadi imbang, 1-1. Fitroh sukses membuat gol kedua untuk UIN Malang pada menit ke-16. kesebelasan asuhan Edy Setyo Bahwono itu mampu mempertahankan keunggulannya dengan skor 2-1 hingga akhir babak pertama.

Babak kedua hampir berakhir tanpa gol. Jual beli serangan dari kedua tim tak juga menemukan titik terang hingga menit akhir sebelum pertandingan usai. UB akhirnya dapat menambah satu gol memanfaatkan tembakan penalti Cahyo Adi Trio Handoko (8) pada menit ke-90. Gol Cahyo itu menutup pertandingan pertama di Stadion Gelora Brantas, Batu, Jawa Timur, dengan hasil imbang, 2-2.

“Hasil hari ini memang karena faktor keberuntungan saja. Tadi di menit terakhir, pemain kami handball sehingga memberi penalti untuk UB dan akhirnya imbang. Saya rasa, permaian kami setara dengan UB, sehingga tidak teralu sulit untuk unggul di awal. Saya melihat adanya peningkatan Kami hanya dapat satu angka sehingga mesti dapat membuat poin lagi di sisa 2 pertandingan kami,” kata Edy, pelatih UIN Malang.

Sementara itu, UB, yang telah memperoleh 3 poin secara cuma-cuma, tanpa berduel dari walk over (WO) Universitas Darussalam (Unida) Gontor pada Minggu (9/9), mesti puas hanya dengan satu poinnya hari ini.

“Di babak pertama kami belum tampil maksimal. Karena kemarin kami belum merasakan bermain di sini, sementara UIN Malang telah merasakan lapangan. Di babak kedua, saya mengarahkan mereka untuk berubah. Akhirnya, ada sedikit perubahan, anak-anak dapat tampil all-out. Meski hanya dapat mengumpulkan satu angka, kesempatan ke empat besar terbuka. Semua kesebelasan memiliki kesempatan yang sama. Tapi saya optimistis lolos ke empat besar,” ungkap Panca Basuki Rahmat, pelatih UB.


Sumber : bola.kompas.com

Enam klub Ikuti LIMA Football Region Jawa Timur

Enam Tim Ikuti LIMA Football Region Jawa Timur

MALANG, blogberita-bola – Sukses menggelar LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) 2018 pada 23-30 Agustus silam, pada musim keenam ini, LIMA menunjuk Malang Raya sebagai lokasi kedua penyelenggara LIMA Football selain di Jakarta. Pergelaran yang bertajuk LIMA Football: McDonald’s East Java Conference (EJC) 2018 itu akan meramaikan Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Jawa Timur, pada 9-15 September 2018.

Enam club turut meramaikan kejuaraan sepak bola tahunan antarmahasiswa ini. Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang pada musim lalu bergabung di Greater Jakarta Conference, kini masuk ke dalam peta persaingan regional Jawa Timur. Tak hanya UII, Universitas Darussalam (Unida) Gontor juga menjadi peserta dari luar kota pergelaran. Empat tim lainnya yakni Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, dan Universitas Negeri Malang (UM).

Prosesi upacara pembukaan LIMA Football: McDonald’s EJC 2018 menandakan dimulainya ajang ini. Rida Achmad, selaku General Manager LIMA, menegaskan bahwa LIMA tak hanya datang untuk menggelar kompetisi, tapi juga menjadi agen perkembangan manusia.

“Ini menjadi kali pertama kami menggelar LIMA Football di Malang. Sebagai human development agents, kami tak hanya mencari prestasi, tapi juga mengajarkan kepada mahasiswa soal pentingnya memiliki hard skill dan soft skill,” kata Rida pada sambutannya dalam upacara pembukaan yang digelar di Stadion Gelora Brantas, Batu, Minggu (9/9).

Tak hanya dihadiri seluruh peserta dan perangkat pertandingan, perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Rita Triana, juga ikut memberi sambutan dalam prosesi ini.

“Kami berterima kasih kepada LIMA karena telah memberikan kontribusi atas perkembangan sepak bola, khususnya di tingkat mahasiswa di Jawa Timur. Kami berharap dapat melakukannya secara optimal dengan bersinergi antara perangkat pertandingan dan juga para peserta di sini. Kalian adalah tiket kemajuan Indonesia,” kata Rita.

LIMA Football: McDonald’s EJC 2018 telah resmi bergulir. Nantinya, empat dari enam club terbaik dari fase conference ini akan kembali membuktikan kemampuannya di LIMA Football Nationals, yang masih akan berlangsung di tempat yang sama, pada 18-25 September 2018.


Sumber : bola.kompas.com

LIMA Footbal Cakup Lebih Banyak Peserta

 LIMA Footbal Cakup Lebih Banyak Peserta

JAKARTA, blogberita-bola – tidak kurang dari sembilam klub dari sejumlah perguruan tinggi dipastikan ambil bagian dalam perhelatan LIMA Football Air Mineral Prim-A GJC 2018  musim kedua ini. Partisipasi kali ini dipastikan melebihi peserta musim pertama tahun lalu yang berjumlah tujuh tim.

Tidak hanya itu, gelaran kali ini cakupan wilayah kepesertaan lebih besar. kalau sebelumnya hanya mencakup regional Jakarta Raya dalam tajuk LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference and Nusantara Conference. Maka  pada di musim ini, sepakbola akan bergulir di 2 regional, yakni Jakarta Raya dan Jawa Timur.

Untuk musim ini di regional Jakarta, klub peserta akan saling uji taktik, teknik dan strategi untuk menjadi yang terbaik  dalam perhelatan yang berlangsung di   Stadion Universitas Indonesia (UI), Depok Jawa Barat pada  23-30 Agustus ini.

Sementara untuk regional Jawa Timur, pertandingan dijadwalkan berlangsung setelah seri Jakarta Raya selesai.

Adapun tim-tim yang ambil bagian di wilayah Jakarta  pada musim ini adalah Universitas Pertamina, Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pelita Harapan (UPH) Banten, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Institut Perbanas Jakarta, dan Universitas Indonesia.

Berdasarkan  hasil techincal meeting  yang dilakukan di  di Gedung K, Lt. 3, Ruang 301, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia,  Kamis (23/8/2018), para peserta terbagi dalam 2 grup. Mereka liga Mahasiswa para peserta di bagi dalam 2 pul, yang nantinya akan saling bertanding untuk memperebutkan tiket ke ke semifinal bagi   juara dan runner up grup. Selanjutnya,juara tiap grup akan bertemu runner up grup lain untuk memperebutkan tiket final.

Berikut ini hasil pengundian grup peserta   LIMA Football: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference 2018

Pul A

Universitas Indonesia

Universitas Pelita Harapan Banten

Universitas Muhammadiyah Jakarta

Universitas Pertamina

Pul B

Universitas Negeri Jakarta

Universitas Budi Luhur Jakarta

Institut Perbanas Jakarta

Universitas Padjadjaran Bandung

Universitas Singaperbangsa Karawang


Sumber : bola.kompas.com

Unisma Rengkuh Gelar Juara

 Unisma Rengkuh Gelar Juara

JAKARTA, blogberita-bola –  klub voli putra Universitas Islam 45 Bekasi (Unisma) sukses merebut gelar  LIMA ( kompetisi Mahasiswa)  Volleyball 2018 yang baru pertama kali digelar selesai menundukkan  Universitas Trisakti (Usakti) dengan skor  3-1 (25-22,16-25,25-18, 25-22), pada pertandingan puncak yang berlangsung di Gelanggang Remaja Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2018).

Pada pertandingan puncak event yang bertajuk LIMA Volleyball  Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC), itu, Unisma tampil sebagai pemenang karena bermain lebih konsisten, meski lawan yang dihadapi tak pernah kalah sepanjang babak penyisihan.

Sejak set pembuka, skor ketat terus menghiasi papan skor, sebelum akhirnya Unisma menutup babak pembuka ini dengan keungggulan skor akhir 25-22. Usakti yang tersengat karena takluk pada set  pertama membalas berusaha bangkit dan melakukan perlawanan pada set kedua. Hasilnya, berkait permainan yang lebih rapi Usakti mengalahkan lawannya dengan skor 25-16, dalam waktu 20 menit.

Unisma kembali memperlihatkan kelebihannya di set ketiga. Kesengitan tampak memuncak di babak ini. Dengan durasi cukup panjang, yakni 47 menit, klub asuhan Roy Makpal itu akhirnya mampu mengatasi serangan-serangan keras lawannya. Skor 25-18 untuk keunggulan Unisma kembali mengubah kedudukan menjadi 2-1.

Tak mampu memanfaatkan set keempat, Usakti mesti menerima kekalahan pertamanya sepanjang perhelatan ini. Unisma sukses menaklukkan klub kampus yang terletak di bilangan Grogol Jakarta itu di babak ini dengan skor 25-22. Kedudukan 3-1 mengunci kemenangan bagi Unisma.

“Di pertandingan pertama kami kalah 1-3 lawan Usakti. Namun, saya menekakan agar kekalahan itu jangan dipikirkan terlalu dalam karena juara lahir di akhir pertandingan terakhir. Alhamdulillah, mereka mengerti dan mampu membuktikannya di pertandingan final ini. Saya memberi instruksi agar mereka bermain lebih disiplin untuk menjalankan taktik yang telah saya berikan,” kata Roy Makpal, pelatih Unisma, selesai pertandingan final.

Posisi ketiga, menjadi milik Universitas Islam Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, yang pada pertandingan perebutan posisi 3 dan empat menang atas  STIE Tribuana Bekasi dengan skor 3-2.

Pada bagian putri,  edisi perdana LIMA Voli tidak memakai sistem babak final, ketiga tim yang ambil bagian masing-masing saling berhadapan sebanyak 2 kali. Hasilnya, putri Usakti yang keluar sebagai jawara. dikuti kemudian oleh  STIE Tribuana Bekasi. Sementara peringkat 3 menjadi milik  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Selain trofi untuk tim-tim pemenang, LIMA memberikan pula sejumlah penghargaan individual, yakni manajemen terbaik, all-academic players, dan pemain terbaik (MVP) untuk masing-masing kategori.

Best Management

Putra: Institut Pertanian Bogor

Putri: Universitas Trisakti Jakarta

All Academic Player

Putra : Arjun Wiguna (IPB; IPK 3,78)

Putri : Erin Tiana Putri (UIN Malang; IPK 3,62)

MVP

Putra : Fariz Ryansah (Unisma; #6)

Putri : Mariane Adeli (Usakti; #6)


Sumber : bola.kompas.com

Trisakti Melangkah ke Final

 Trisakti Melangkah ke Final

JAKARTA, blogberita-bola  – club kampus reformasi Universitas Trisaksi  (Usakti) menembus babak final ajang  LIMA Volleyball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara Conference (NC) 2017, Minggu (19/8/2018).

Pada perhelatan di Gelanggang Remaja Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan itu, putra Usakti memastikan tiket pertandingan final dengan menekuk Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dengan skor telak  3-0 (25-16, 25-20, 25-23)

Sejak awal pemainan Usakti sepenuhnya telah mengusai pertandingan dan hanya butuh waktu 17 menit untuk menyudahi babak pertama

Di set kedua, pertahanan ketat ditampilkan UIN Malang. Kejar-mengejar angka meramaikan hampir sepanjang laga. Di akhir babak ini, Usakti masih menonjol dengan selisih lima angka, 25-20.  Usakti kian dekat ke tiket final.

Ambisi UIN Malang merebut kemenangan  di babak ketiga sirna selesai ditekuk Usakti dengan hasil akhir yang tipis. UIN Malang tampak mengembangkan permainan di setiap babak. Di set ketiga ini, club asuhan Franky Subari itu setidaknya mampu memangkas selisih menjadi hanya 2 poin. Meski mesti berakhir dengan kemenangan Usakti, 25-23, di set ketiga ini, perjuangan UIN Malang patut diapresiasi sebab hanya bermain dengan tujuh pemain.

 “Tim Usakti ini kuat. Komposisi pemain kami juga kurang, karena kami hanya mengirim tujuh orang ke sini. Persiapan kami pun tak banyak. Namun, langkah kami masih berlanjut di perebutan peringkat ketiga. Banyak yang mesti dievaluasi, terutama mental anak-anak. Mereka cenderung menurun ketika telah kalah beberapa poin saja. Besok, saya akan perbaiki mental anak-anak agar kami dapat membawa pulang gelar di posisi ketiga,” ungkap Franky, pelatih UIN Malang. Di final Usakti akan menghadapi pemenang pertandingan antara Universitas Islam 45 Bekasi dan STIE Tribuana Bekasi.

Sukses sama juga dibukukan Usakti putri. club kampus di kawasan Grogol ini  juga lolos ke final setelah mengandaskan perlawanan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dengan skor 3-1 (23-25,. 25-15, 25-19, 25-11)

Meski sempat memimpin perolehan poin pada poin-poin awal babak pertama, tapi setelahnya  Usakti dipaksa dalam tekanan sepanjang babak  ini dan menyerah dengan skor 23-25. Baru pada babak kedua, Usakti memutar keadaan dan langsung  memimpin perolehan poin hingga selesai dengan skor 25-15

Pada babak ketiga, wakil Jawa Timur tersebut kembali berupata memegang kendali  permainan di awal babak dan sempat melaju dengan kedudukan 4-0 dan saat time out tetap unggul dengan skor 8-3.

Namun setelah itu, Usakti yang merubah strategi sukses bangkit dan membalikkan keadaan untuk kemudian menutup gim ketiga dengan angka  25-19. Situasi itu berlanjut di babak keempat, mental pemain UIN Malang  yang mulai ambruk membuat Usakti menutup gim ini dengan skor  25-11.


Sumber : bola.kompas.com

UPH dan UEU Berbagi Gelar Juara

UPH dan UEU Berbagi  Gelar Juara

SURABAYA, blogberita-bola  – kesebelasan basket putra Putra Universitas Pelita Harapan (UPH) Banten sukses mempertahankan gelar LIMA Basketball Nationals  untuk ke empat kalinya, di musim keenam penyelenggaraan kejuaraan ini. Di grand final pada Kamis (16/8), UPH mengalahkan Univ. Esa Unggul (UEU) dalam pertarungan ketat dan mendebarkan dan berakhir dengan skor setengah bola, 65-64

Pertarungan ketat wajar terjadi, karena sebagai sesama wakil zona Greater Jakarta Conference, mereka telah saling  mengalahkan. jika di zona tersebut, UEU tampil sebagai pemenang, Maka di final nasional 2018 kali ini, Giliran UPH yang keluar sebagai jawawa.

The Eagles UPH memimpin kuarter pertama dengan kedudukan 19-16. Mereka tampak dominan saat unggul 27-18 di lima menit pertama kuarter kedua. Namun, The Swans UEU mengejar hingga kedudukan 31-31 saat rehat paruh pertandingan di GOR Univ. Airlangga (Unair) Kampus C, Surabaya, ini.

Hendra (9) membuat poin terbanyak di kuarter ini dengan enam angka. Point guard UEU ini juga membuat lima poin lagi di kuarter kedua. Muhamad Arrighi (3) menjadi pemain paling subur di kuarter kedua dengan enam poin.

Kesengitan terlihat lagi dari kedudukan imbang (39-39) di paruh pertama kuarter ketiga. UEU berbalik unggul di akhir kuarter ini. Kuarter ketiga berakhir dengan skor 48-47.

UEU melihat buah kolektivitas di kuarter ini. Tujuh pemainnya dapat mencetak angka. Enam poin Gabriel Jorge Josua (35) menjadi sumbangan terbanyak buat UPH di kuarter ketiga ini.

The Swans, dengan ambisi menjuarai Nationals untuk pertama kali, memimpin 59-56 di lima menit pertama kuarter penutup. Mereka unggul 2 angka (64-62) di menit terakhir. Drama di detik-detik terakhir berakhir buruk buat UEU.

Sebelumnya, kesebelasan putri Universitas Esa Unggul (UEU)  Jakarta sukses mempertahankan gelar LIMA Basketball Nationals 2018  untuk 2 musim berturut-turut usai  mematahkan perlawanan Univ. Pelita Harapan (UPH) Banten dengan skor 62-56.

Pelatih UEU Parna Abrizalt Hasilohan menurunkan skuad terbaiknya yang terdiri dari Jane Charissa Purwandoyo (3), Tiara Aulia Denaya (4), Stella Fabiola (6), Kadek Sanis Jisanceghi (11), dan Shira Amadea Chalik (15) sebagai starter. Mereka berhadapan dengan skuad  UPH asuhan Fajar Kusumasari,  yang tediri dari  Millania Angela (17), Leonita Angela (16), Regita Pramesti (7), Fransisca Walandouw (13), dan Ni Komang Sitha Dewi Marino (2).

Mengawali kuarter pembuka  UEU mengambil inisiatif menyerang sejak awal  dan  memimpin 8-5 di paruh pertama kuarter pertama. Dari 2 kehilangan penguasaan bola yang dibuat UPH, UEU mampu mencetak 3 poin. UEU juga membuat lima poin peluang kedua, berbanding UPH yang hanya membuat 2 points of second chance itu. Akan tetapi, UPH melesat di lima menit berikutnya dengan lari 13-1 atas lawannya. Kuarter pembuka berakhir dengan keunggulan 18-9 The Eagles, alias UPH Banten, atas rival beratnya itu.

klub basket putra Putra Universitas Pelita Harapan (UPH) Banten sukses mempertahankan gelar LIMA Basketball Nationals untuk ke empat kalinya, mengalahkan Univ. Esa Unggul (UEU) 65-64

Di kuarter ini, UPH memanfaatkan kelebihan mereka dalam penetrasi untuk menghasilkan delapan points in the paint, sementara UEU nihil. Field goal UPH juga jauh lebih baik, 46 persen (6 field goal sukses dari 13 percobaan). UEU hanya mencatat field goal sebesar 12 persen (2/17). Leonita Angela menjadi pemain terproduktif di kuarter ini dengan tujuh poin buat UPH.

Jelang akhir kuarter pertama UPH  berganti strategi dengan menurunkan pemain cadangan dan hasilnya  menelurkan 13 angka saat kuarter dua, sementara Swans hanya lima poin. Michelle Kurniawan (6) bangkit dari bangku cadangan untuk menorehkan sembilan poin di kuarter ini buat UPH. Jane Charissa menghasilkan tujuh angka untuk UEU.

Namun The Swans, julukan UEU, bangkit di awal kuarter kedua. Mereka dapat membuat sembilan poin, sementara UPH hanya empat. Akan tetapi, Si Elang dapat menjauh lagi di bagian kedua kuarter kedua. Kedudukan 34-23 untuk The Eagles menutup paruh pertama grand final ini.

Sang Angsa membaik di kuarter ketiga. Mereka mendulang 14 poin untuk memangkas ketertinggalan mereka menjadi enam angka saja di akhir kuarter ketiga ini.  Dora Lovita (23) memimpin UEU dengan torehan lima poinnya di kuarter ketiga ini. Pemain andalan Swans ini juga membuat 2 rebound untuk membawa klub juara bertahan itu menekan UPH.

Setelah kedudukan 43-37 di akhir kuarter ketiga itu, duel keras meningkat  di kuarter penutup. Saat kuarter akhir tersisa lima menit diterakhir,  UEU yang tertingga empat poin (41-45 )  bermain lebih agresih (45-41) dan sukses membalikkan skor menjadi   50-49, di 3 menit terakhir dan terus memegang perolehan poin  dengan keunggulan 58-53 pada sisa waktu 53 detik terakhir, sebelum akhirnya  mematri keunggulan 62-56 di akhir laga.  

“Saya berkata kepada para pemain untuk habis-habisan di kuarter keempat. Pemain-pemain yang memasuki tahun terakhir juga bersemangat untuk usaha terakhir. Kami juga dapat memanfaatkan kelelahan lawan karena kurangnya rotasi pemain. Kami dapat meredam pemain andalan mereka dengan bergantian melakukan penjagaan,” ucap Abrizalt, pelatih UEU.


Sumber : bola.kompas.com

2 klub Jabotabek Lolos ke Final

 Dua Tim Jabotabek Lolos ke Final

SURABAYA, blogberita-bola – kesebelasan putri Putri Universitas Pelita Harapan (UPH) Banten melangkah ke final LIMA Basketball Nationals 2018 dengan memperlihatkan ketangguhan di hadapan Univ. Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung.

Di semifinal pada Rabu (15/8), UPH mendominasi pertandingan hingga dapat mencatat kemenangan telak, 63-25.   Mereka akan bertemu dengan rival sekota Univesitas Esa Unggul yang pada semifinal lain sukses membungkam wakil kota tuan rumah Universitas Surabaya dengan skor 64-58.

UPH membuat start cepat. Di lima menit pertama laga, juara Greater Jakarta Conference itu menghasilkan sembilan angka dan tak kemasukan satu poin pun.

Namun, The Eagles, alias UPH, mengendur di paruh kedua kuarter pembuka itu tanpa tambahan angka. Unpar hanya menambah 2 poin. Point guard Millania Angela (nomor punggung 17) mencetak 5 poin buat UPH.

Setelah tertinggal 2-9, Unpar membuat tujuh poin di kuarter kedua pertandingan di GOR Univ. Airlangga (Unair) Kampus C. Akan tetapi, UPH melesat dengan tambahan 20 poin. Guard-forward UPH, Audy Natazia Christy Louis Thoe (88) membuat delapan poin, enam di antaranya dari 2 tembakan 3 angka dari 2 percobaan di kuarter kedua. Kedudukan 29-9 mengakhiri paruh pertama pertandingan.

The Alligators, julukan Unpar, mampu menggandakan angka dari kuarter kedua. Namun, jarak melebar di kuarter ketiga menjadi 30 angka (48-18). Michelle Kurniawan (6) membuat poin terbanyak untuk UPH di kuarter ini dengan enam poin.

Dominasi Eagles atas Alligators berlanjut. UPH masih dapat menambahkan 15 poin, sementara Unpar hanya tujuh. Duel berakhir di kedudukan 63-25. Audy kembali menjadi pencetak angka terbanyak di kuarter ini dengan tujuh angka, yang membuatnya menjadi pemain tersubur di pertandingan ini dengan 17 poin. Ia juga membuat 7 rebound, terbanyak di UPH, hanya 2 buah lebih sedikit dari pemain Unpar, Rr. Ulfiana Rachmani (17). Point guard Unpar, Jessica Silvia Kristanto (7) menghasilkan assist terbanyak di pertandingan ini sebanyak 4  kali.

“Anak-anak tampil tidak ragu diri di pertandingan ini. Mereka dapat bermain lepas setelah 3 pertandingan berat di fase grup. Namun, kami masih mesti memperkuat pertahanan untuk final nanti,” ucap Fajar Kusumasari.

UEU sendiri pada pertandingan mereka mesti berjuang keras karena Ubaya memberi perlawanan sengit, terutama di paruh pertama pertandingan.  Ubaya memimpin 15-9 di kuarter pertama. Juara East Java Conference ini unggul 29-26 di kuarter kedua.

UEU cepat mengambil kendali . Di lima menit pertama setelah jeda antarparuh duel, runner-up Greater Jakarta Conference (GJC) ini telah dapat memimpin perolehan angka.

Setelah unggul 37-34 di periode itu, UEU menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 48-44.

Ubaya menjaga tekanan terhadap UEU. Namun, The Swans, alias UEU, dapat menjaga keunggulan mereka. UEU pun melangkah ke partai puncak menghadapi UPH dalam pertandingan final  yang akan digelar pada Kamis (16/8).  “Pertandingan yang menarik. Ubaya seperti tampil tanpa beban. Mereka mengambil banyak poin dari tembakan yang sedang menemui sasaran di pertandingan ini, terutama di paruh pertama. Namun, anak-anak dapat melewati mereka di kuarter ketiga. Kami juga dapat mencegah Ubaya di kuarter terakhir dengan menigkatkan garis tekanan,” kata Parna Abrizalt Hasilohan selesai laga. Pelatih UEU ini menilai final kontra UPH nanti akan menarik. “Semoga hasilnya dapat lebih baik bagi kami daripada pertemuan terakhir di final GJC,” ucapnya.

Di nomor putra, Universitas Esa Unggul (UEU) merebut tiket  final LIMA Basketball Nationals 2018. klub berjuluk The swans ini sukses menamatkan perlawanan sesama kesebelasan Jakarta, Institut Perbanas di semifinal dengan skor 65-58.

Di nomor putra, Universitas Esa Unggul (UEU) merebut tiket final LIMA Basketball Nationals 2018. club berjuluk The swans ini sukses menamatkan perlawanan sesama kesebelasan Jakarta, Institut Perbanas di semifinal dengan skor 65-58.

Dalam pertandingan empat besar ini, UEU mesti bekerja keras meladeni lawan yang mereka kalahkan di fase grup Greater Jakarta Conference pada Juli. Seperti di pertemuan sebelumnya yang berakhir dengan skor 46-43 itu, Perbanas juga tampil ngotot sepanjang laga.

Perbanas membuka pertandingan dengan memimpin 4-0 di menit pertama duel . UEU mulai menunjukkan ambisi untuk lolos ke pertandingan puncak dengan balasan delapan poin. Namun, Perbanas menemukan kembali ketajaman yang berbuah tujuh poin sambil menahan lawan. Perbanas mengambil kuarter pertama yang berakhir 15-8. Tujuh poin M. Yudi Partogi Sinaga (17) membantu Perbanas menguasai kuarter pembuka ini.

The Swans,  menggebrak lagi di kuarter kedua. Mereka dapat memangkas ketertinggalan menjadi 2 poin (27-25) di akhir paruh pertama derbi Jakarta itu. Lima dari 12 poin UEU disumbangkan Agam Subastian Ramadhan (4).

Momentum kebangkitan UEU hadir di kuarter ketiga. Di paruh pertama kuarter ketiga ini, Swans telah unggul enam poin (37-31). Di akhir kuarter ketiga ini, Si Angsa mempertahankan surplus enam angka (44-38). karier apik Erlan Perkasa (2) dengan torehan sembilan poin sukses mengangkat UEU.

Efektivitas tembakan yang lebih tinggi membuat UEU terus menjaga keunggulan. Mereka akhinya dapat memenangi pertandingan dengan keunggulan 65-58 atas Perbanas. Erlan Perkasa

Dengan hasil ini, putra UEU pun mengikuti jejak tim putri yang sebelumnya juga memastikan tiket ke final. Putra UEU menanti pemenang semifinal kedua antara Univ. Pelita Harapan (UPH) Banten dan Univ. Surabaya (Ubaya).

“Kami mencoba merotasi pemain setelah beberapa pertandingan ketat dan karena ada 2 pemain yang baru bugar dan seorang pemain yang cedera. Di luar masalah materi pemain, anak-anak mesti lebih konsisten dalam bermain,” ucap Tondi Raja Syailendra. “Kami hanya akan melakukan penyesuaian tergantung siapa lawan kami nanti,” kata pelatih UEU ini.


Sumber : bola.kompas.com

Giliran kejuaraan Mahasiswa Voli Indoor Digelar

Giliran Liga Mahasiswa Voli Indoor Digelar

JAKARTA, blogberita-bola –  liga Mahasiswa  (LIMA) tak henti melebarkan sayap. Pada tahun ke enam berkiprah di ajang olahraga antar kampus se Indonesia ini, cabang olahraga baru yakni voli indoor resmi dipertandingkan.  Nomor termuda ini sekaligus menyusul cabang  bulu tangkis, renang, bola basket, sepak bola dan futsal yang telah lebih dahulu merambah kampus tanah air.

Pergelaran perdana yang bertajuk LIMA Volleyball: Air Mineral Prim-A Greater Jakarta Conference (GJC) and Nusantara conference (NC) 2018 ini akan hadir di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 14-20 Agustus 2018.

Sebanyak enam club putra dan 3 club putri turut serta dalam pergelaran perdana ini. Tak hanya peserta dari Jakarta Raya, event ini diikuti kesebelasan asal Jawa Timur, yakni Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Sambutan baik dari kesebelasan asal Malang itu ditunjukkan dengan keikutsertaan klub putra dan kesebelasan putrinya.

Enam klub putra peserta pergelaran perdana ini yaitu Universitas Islam 45 Bekasi (Unisma), STIE Tribuana Bekasi, Universitas Trisakti (Usakti) Jakarta, Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan UIN Maliki Malang. Di sektor putri, 3 tim yang akan meramaikan LIMA Volleyball 2018 yakni STIE Tribuana, Usakti, dan UIN Maliki Malang.

Technical meeting (TM) menjadi awal penting untuk cabang olahraga anyar yang dihelat LIMA ini. Agenda pertemuan teknis yang digelar di Aula Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ini adalah pembahasan administrasi, regulasi kompetisi, dan regulasi pertandingan. Azwar Muhlis, Manajer liga dan Pertandingan LIMA, membuka pertemuan ini dengan penjelasan mengenai hal-hal administratif bagi peserta maupun ofisial. Pengundian tim, yang juga menjadi agenda penting, dipimpin oleh Amog Rohaendi selaku Ketua Bidang Pengprov Perwasitan PBVSI. “Pergelaran sangat baik dan kami sangat antusias. Kami selaku pengurus Pengda PBVSI DKI Jakarta sangat mendukung LIMA Volleyball ini,”kata Amog di sela-sela technical meeting.

“Kami juga sangat bersukur LIMA memfasilitasi mahasiswa untuk berkompetisi di cabor voli. Saya berharap dari LIMA ini muncul bibit-bibit berprestasi untuk voli. Kami sangat  bangga, semoga  dapat terus berjalan terus ke depannya.”

Sektor putra akan menyajikan pertandingan dengan sistem setengah kompetisi, yang diisi oleh satu pul, dengan komposisi enam tim. Sektor putri, yang diisi oleh 3 tim, akan bertanding dengan kejuaraan penuh dalam satu pul. Kedua sektor tersebut akan bermain dalam three winning set.

Berikut pembagian tim:

Putra

IPB, Usakti, Unisma, STIE Tribuana, UIN Maliki Malang, Untar

Putri

STIE Tribuana, UIN Maliki Malang, Usakti


Sumber : bola.kompas.com