Andik Vermansah Merapat ke Madura United, Haruna Soemitro: Semoga Benar!

INDOSPORT.COM – Kabar mengenai merapatnya Andik Vermansah ke Madura United beredar di media sosial. Terlebih setelah sebuah foto beredar menunjukkan gambar Andik tengah melakukan tanda tangan kontrak di hadapan manajer Madura United, Haruna Soemitro.

Andik memang menjadi komoditi hangat bursa transfer musim ini. Terlebih pemain asal Jember ini tidak diperpanjang oleh tim Malaysia, Kedah FA.

Disinggung hal ini, manajer Madura United Haruna Soemitro angkat bicara. Dia tidak menampik kabar tersebut. Baginya hal tersebut bisa saja benar.

“Mudah-mudahan benar,” ucap Haruna kepada INDOSPORT.com.

Namun Haruna meminta untuk semua pihak bersabar. Baginya ia akan mengumumkan kabar mengenai pemain baru Madura United beberapa hari kedepan.  “Tunggu sampai satu hingga dua hari ya,” ujarnya.

Bila hal ini benar, Andik Vermansah diproyeksikan menggantikan posisi Bayu Gatra. Seperti diketahui Bayu Gatra juga baru saja resmi hengkang dari Madura United.

Terus Ikuti Perkembangan Sepak Bola Seputar Liga 1 Hanya di INDOSPORT.COM

Diancam akan Dibunuh, Pengurus PSSI Mau Lapor Polisi

DemamBola – Pengurus Persatuan Sepakbola
Seluruh Indonesia mengaku telah mendapat ancaman mengerikan
usai keluarnya keputusan Komisi Disiplin PSSI terkait sejumlah
masalah di Liga 1.


Hal ini diungkapkan Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital
PSSI, Gatot Widakdo. Dia mengaku jika teror dilakukan suporter
yang berawal dari penyebaran kontak pribadi di jejaring sosial.

“Nomor hp pengurus disebarluaskan di media sosial. Jadi banyak
yang mengancam, bentuknya macam-macam. Ada yang mengancam kalau
enggak bakalan selamat, pembunuhan, bahkan mereka sampai
telepon, mengganggu banget,” kata Gatot ketika dihubungi DemamBola.


Tidak disebutkan secara terperinci mengenai siapa yang menerima
ancaman tersebut. Namun, Gatot merasa terganggu. Langkah lebih
lanjut bisa saja Gatot lakukan, yaitu menyeret pengancam ke
meja hijau alias melaporkan ke polisi.


“Kita lihat saja sampai mana ancaman ini. Ke meja hijau bisa
saja kami lakukan, sampai kita di batas nadir, kita akan
lakukan. Soalnya kita kerja diganggu begini,” kata dia.


Seperti yang diketahui, sanksi diberikan Komisi Disiplin PSSI
pada 2 Oktober 2018. Salah satunya yaitu Persib Bandung wajib
menyelenggarakan pertandingan kandang di luar Pulau Jawa tanpa
penonton sampai akhir Liga 1 musim 2018 dan juga tanpa penonton
di Bandung pada setengah kompetisi musim depan. (one)


Arema Vs Persebaya, Bonek Gelar Nobar di Kantor Polisi

DemamBola – Duel Arema FC versus Persebaya
Surabaya menyedot perhatian banyak pihak, terutama suporter
kedua tim. Namun, pertandingan yang digelar pada Sabtu 6
Oktober 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, itu tak akan
dihadiri langsung oleh Bonek Mania.


Rivalitas antara Bonek dengan Aremania menjadi penyebabnya.
Bonek telah menyatakan sikap tak mau datang menyusul masih
terdengarnya nyanyian bernada miring terkait mereka.

Demi menghindari konflik, mereka memilih untuk menggelar nonton
bareng di Kantor Polrestabes Surabaya. Kapolrestabes Surabaya,
Kombes Pol Rudi Setiawan, menyatakan bakal menggelar nobar di
halaman markasnya. Tak cuma gelar nobar.



Bonek bakal menyelenggarakan aksi sosial, penggalangan dana
korban gempa dan tsunami Palu-Donggala.


“Ini upaya kami mengambil tindakan pencegahan agar kejadian
seperti di Bandung tak terjadi. Bonek tak datang ke Malang,
tapi nobar di kantor polisi,” kata Rudi kepada DemamBola, Jumat 5
Oktober 2018. (one)


Persib Vs Madura United, Ezechiel Masih Bisa Bermain?

DemamBola – Persib Bandung akan menghadapi
Madura United pada pertandingan pekan ke-24 Liga 1 2018, Selasa
9 Oktober 2018. Namun, untuk lokasi pertandingan, hingga saat
ini manajemen tim berjuluk Maung Bandung itu belum memberi
kepastian.


Persib tidak bisa menggelar pertandingan di Stadion Gelora
Bandung Lautan Api (GBLA) seperti biasanya. Sebab, ada sanksi
dari Komisi Disiplin PSSI yang memerintahkan mereka menggelar
laga kandang di luar Pulau Jawa hingga akhir musim ini.

Hukuman dari Komdis PSSI juga diterima oleh tiga pemain Persib.
Mereka adalah Ezechiel N’Douassel, Jonathan Bauman, dan Bojan
Malisic.


Jelang pertandingan melawan Madura United, beragam spekulasi
muncul. Ada kabar yang menyebut tiga pemain Persib yang terkena
hukuman dari Komdis PSSI saat melawan Persija Jakarta pada
pekan sebelumnya sudah berlaku.

Padahal, di pihak Persija, ada Sandi Sute yang juga mendapat
hukuman sama. Namun, dia masih bisa tetap dimainkan saat Macan
Kemayoran bermain melawan Perseru Serui pada pekan ke-24.


“Kami hanya mengikuti apa yang dikeluarkan dari Komdis PSSI.
Sandi bisa bermain tentunya ada dia membuat tim lebih kuat.
Mengingat ia pemain inti di mana membuat kami lebih unggul di
lini tengah,” kata pelatih Persija, Stefano Cugurra, dikutip
dari laman resmi Persija.


Akan tetapi, sepertinya segala kontroversi tersebut menjadi
gugur. Pelatih Persib, Mario Gomez, usai latihan pada Jumat 5
Oktober 2018 pagi WIB, menyebutkan Ezechiel masih bisa
dimainkan saat melawan Madura United.

“Kita masih mempunyai pemain lainnya. Kita punya Airlangga
(Sucipto) di depan, Ezechiel, Febri (Hariyadi). Dan Tony
(Sucipto) di belakang,” kata Gomez, dikutip dari laman resmi
Persib.

Melawan tim sekelas Madura United, sayangnya Gomez banyak
kehilangan pemain andalan. Ardi Idrus dan Ghozali Siregar mesti
menjalani akumulasi kartu.

Sedangkan Patrich Wanggai dalam hukuman Komdis PSSI. Dia
dihukum larangan bermain sebanyak tiga pertandingan karena
ketahuan menyikut pemain Mitra Kukar pada pertandingan pekan
ke-20 Liga 1 2018. (one)


Tak Dapat Restu Manajemen, Gomez Ngotot Persib Bermarkas di Papua

DemamBola – Ada silang pendapat antara
manajemen dengan pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, dalam
memilih markas di Papua saat menjamu Madura United, Selasa 9
Oktober 2018. Saat Gomez mau bermarkas di Stadion Mandala
ketika Persib jumpa Madura United, manajemen justru tak
memberikan lampu hijau.


Gomez punya alasan mengapa memilih Stadion Mandala sebagai
markas Persib saat jumpa Madura United. Usai lawan Madura
United, Maung Bandung bakal menghadapi Persipura Jayapura pada
15 Oktober 2018.

Efektivitas tentunya yang dipikirkan Gomez. Dengan bermarkas di
Papua, skuat Persib tentu punya waktu istirahat lebih banyak.
Sayang, manajemen berkata lain.


“Kami sangat ingin pergi ke Papua setiap saat. Tapi, kemarin
saya bicara dengan manajemen, mereka bilang stadion di sana
(Mandala, Jayapura) tak bisa dipakai,” kata Gomez di Stadion Si
Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jumat 5 Oktober 2018.


“Masyarakat Papua bilang kami bisa main di sana. Dan, Bobotoh
di sosial media menginginkan kami main di Papua. Kami memang
bisa diam di sana hingga 15 Oktober 2018, karena akan bermain
melawan Persipura,” lanjutnya.


Gomez pun heran dengan pendapat manajemen Persib. Sebab, PT
Liga Indonesia Baru, selaku operator, sudah memberikan lampu
hijau kepada Persib.

“Semua orang bilang kami bisa pergi ke Papua. Kenapa manajemen
di Jakarta bilang kami tak bisa main di sana. Saya tidak tahu,
tak mengerti. Apa karena saya tak mengerti Bahasa Indonesia,”
terang Gomez.


Hukuman Pemain Persib dan Persija Berlaku di Pekan 25

DemamBola – Teka-teki berlakunya hukuman dari
Komisi Disiplin PSSI terhadap pemain Persib Bandung dan Persija
Jakarta, akhirnya terkuak. Total, ada enam pemain yang mendapat
sanksi larangan bertanding.


Dari kubu Persib, tiga pemain asingnya: Jonathan Bauman,
Ezechiel N’Douassel dan Bojan Malisic. Sedangkan dari Persija,
ada Ismed Sofyan, Renan da Silva, dan Sandi Sute.

Kesemua pemain dilarang turun bertanding dalam jumlah yang
berbeda. Namun, Ezechiel yang paling banyak, yakni lima
pertandingan.


Hukuman diberikan oleh Komdis PSSI, karena para pemain tersebut
dianggap melakukan tindakan melanggar sportivitas saat Persib
menjamu Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA),
Minggu 23 September 2018.

Belakangan muncul polemik mengenai masa berlaku hukuman para
pemain tersebut. Pemain dari kubu Persib disebut tidak bisa
bermain sejak pekan 24, sedangkan Persija baru pada pekan 25.




“Sepertinya Komdis (PSSI) masih menggunakan jadwal lama.
Keputusan tanggal 1 Oktober 2018, jadi kalau melihat jadwal
lama, pertandingan paling dekat setelah itu adalah pekan 25,”
kata Chief Operational Officer (COO) PT Liga Indonesia
Baru, Tigor Shalomboboy, kepada DemamBola, Jumat 5 Oktober
2018.

Pernyataan Tigor tersebut cukup beralasan. Karena, Liga 1 2018
sempat dihentikan sementara. Jadwal pertandingan kedua tim
setelah bentrok di pekan 23, seharusnya dimainkan pada akhir
September 2018.

Dengan kepastian ini, Persib bisa memainkan para pemain yang
dihukum saat melawan Madura United. Sedangkan Persija, cuma
bisa menurunkan Sandi, saat menjamu Perseru, mengingat Ismed
dan Renan dalam hukuman akumulasi kartu. (one)


Timnas U-19 Indonesia Tempati Posisi Terbawah Usai Dibekap China 0-3

KompasOlahraga – Timnas U-19 Indonesia
kalah telak 0-3 dari timnas U-19 China dalam ajang PSSI Anniversary Cup
U-19 2018 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor,
Selasa (25/9/2018).

Dengan kekalahan tersebut, maka timnas U-19 Indonesia harus
puas menjadi juru kunci, di bawah timnas U-19 Thailand dan
timnas U-19 China.

Hal itu karena dipertandingan sebelumnya, Indonesia bermain
imbang 2-2 dengan Thailand. Kemudian pada laga perdana,
Thailand kalah 1-3 dari China.

China sukses menyapu bersih dua laga dan mampu menjuarai
turnamen segitiga ini dengan perolehan enam poin.

Sedangkan Indonesia dan Thailand hanya mampu memperoleh satu
poin saja.

Turnamen segitiga ini bertujuan untuk mempersiapkan diri
sebelum ke Piala Asia U-19 2018 bergulir pada
Oktober mendatang.

Indonesia akan menghadapi Taiwan pada laga perdana Grup A
Piala Asia U-19
2018

Pada pertandingan selanjutnya, Indonesia akan bersua Qatar dan
Uni Emirat Arab (UEA).